Pentingnya Mencari dan Mempelajari Ilmu

Bismillahirrohmanirrohim

Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.

Artikel Sebelumnya Kesucian dan Kemuliaan Ilmu

Ilmu adalah sebaik-baik perbendaharaan dan yang paling indahnya. Ia ringan dibawa, namun besar manfaatnya. Ditengah-tengah orang banyak ia indah, sedangkan dalam kesendirian ia menghibur.

Pelajarilah ilmu karena sesungguhnya ia hiasan bagi orang kaya dan penolong bagi orang fakir. Aku tidaklah mengatakan, “Sesungguhnya ia mencari dengan ilmu”, tetapi “ilmumenyeru kepada kepuasan”.

Umur itu terlalu pendek untuk mempelajari segala hal yang baik untuk dipelajari. Akan tetapi, pelajarilah ilmu yang paling penting, kemudian yang penting, dan begitu seterusnya secara berurutan.



Janganlah engkau memperlakukan secara umum orang yang telah memberimu pengetahuan, tetapi perlakukanlah dia seperti orang-orang yang khusus. Dan ketauhilah bahwa Alloh memiliki orang-orang yang dititipi-Nya rahasia-rahasia tersembunyi dan melarang mereka menyebarkan rahasia-rahasia-Nya itu.

Pelajarilah ilmu. Jika kalian tidak memperoleh keberuntungan dengannya, maka dicelanya zaman bagi kalian lebih baik daripada dicela lantaran kalian.

Ilmu adalah kekuatan. Barangsiapa yang mendapatkannya, dia akan menyerang dengannya; dan barangsiapa yang tidak mendapatkan-nya, dialah yang akan diserang olehnya.

Ilmu terbagi manjadi dua: yang didapatkan dengan mengikuti dan yang didapatkan dengan belajar, dan ilmu yang didapat dengan belajar tidak akan bermanfaat jika tidak dilaksanakan (diikuti).

Kecintaan terhadap ilmu termasuk kemuliaan cita-cita.

Seluruh wadah akan menyempit dengan apa yang diletakan di dalamnya, kecuali wadah ilmu, karena sesungguhnya ia akan bertambah luas.

Akal tidak akan pernah membahayakan pemiliknya selamanya, sedangkan ilmu tanpa akal akan membahayakan pemiliknya.

Jika jawaban berdesak-desakan, maka yang benar akan tersembunyi.

Bagian terpenting ilmu adalah kelemahlembutan, sedangkan cacatnya adalah penyimpangan.

Jika engkau menghendaki ilmu dan kebaikan, maka kibaskanlah (hindarkanlah) dari tanganmu alat kebodohan dan kejahatan. Sebab, sesungguhnya tukang emas tidak akan memungkinkan baginya memulai pekerjaannya kecuali jika dia telah melemparkan alat pertanian dari tangannya.

Artikel terkait Ilmu dan Pengamalannya

Dihimpun dan disusun oleh Exclusive on

Kesucian dan Kemuliaan Ilmu

Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.

Tiada kemuliaan seperti ilmu. Ilmu adalah pusaka yang mulia.Serendah-rendah ilmu adalah yang berhenti di lidah, dan yang paling tinggi adalah yang tampak di anggota-anggota badan.

Tetaplah mengingat ilmu di tengah orang-orang yang tidak menyukainya, dan mengingat kemuliaan yang terdahulu di tengah orang-orang yang tidak memiliki kemuliaan, karena hal itu termasuk di antara yang menjadikan keduanya dengki terhadapmu.

Jika Alloh  hendak merendahkan seorang hamba, maka Dia mengharamkan terhadapnya ilmu.

Jika mayat seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya, maka munculah empat api. Lalu datanglah amal pertama (yang biasa dikerjakannya), maka ia memadamkan satu api. Lalu datanglah amal kedua, maka ia memadamkan api yang satunya lagi (api kedua). Lalu datanglah sedekah, maka ia memadamkan api yang satunya lagi. Lalu datanglah ilmu, maka ia memadamkan api yang keempat seraya berkata, “Seandainya aku menjumpai api-api itu, niscaya akan aku pdamkan semuanya. Oleh karena itu, bergembiralah kamu. Aku senantiasa bersamamu, dan engkau tidak akan pernah melihat kesengsaraan”.

Janganlah engkau membicarakan ilmu dengan orang-orang yang kurang akal karena hanya akan mendustakanmu, dan tidak pula kepada orang-orang bodoh karena mereka hanya akan menyusahkanmu. Akan tetapi, bicarakanlah ilmu dengan orang yang menerimanya dengan penerimaan yang baik dan yang memahaminya.

Cukuplah ilmu itu sebagai kemuliaan bahwasannya ia diaku-aku oleh orang yang bukan ahlinya dan senang jika dia dinisbatkan kepadanya.

Dihimpun dan disusun oleh Exclusives on ~ Be Smart

Introspeksi Terhadap Diri Sendiri Untuk Mengenali Hikmah

Bismillahirrohmanirrohim

Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.

Introspeksi Terhadap Diri Sendiri
Barangsiapa yang Mengintrospeksi dirinya, maka dia telah beruntung; dan barang siapa yang lalai akan dirinya, maka dia telah merugi. Barangsiapa yang takut (akan siksa Alloh), maka dia akan aman (dari siksa-Nya). Barangsiapa yang mau mengambil pelajaran, maka dia akan terbuka pandangannya. barangsiapa yang telah terbuka pandangannya, maka dia akan memahami. Dan barangsiapa yang telah memahami, maka dia akan mengetahui.

Semoga Alloh merahmati seorang hamba yang takut kepada Tuhan-nya, menasehati dirinya, menyegerakan tobatnya, dan mengalahkan hawa nafsunya. Sebab, sesungguhnya ajalnya tersembunyi darinya, angan-angannya menipunya, sedangkan setan senantiasa menyertainya (berupaya menyesatkannya).

Sebaik-baik kehidupan adalah yang tidak menguasaimu dan tidak pula mengalihkan perhatianmu (dari mengingat Alloh SWT).

Ingatlah kalian akan berakhirnya segala kesenangan dan yang tertinggal adalah pertanggungjawaban.

Perbuatan-perbuatan hamba terjadi dalam kehidupan sekarang ini, sedangkan perhitungannya kelak di akhirat.

Lihatlah wajahmu setiap waktu di cermin. Maka, jika wajahmu itu bagus, anggaplah ia buruk karena engkau menambahkannya dengan perbuatan yang buruk, yang dengannya engkau telah memberi noda padanya. Dan jika (engkau dapati bahwa) wajahmu itu buruk, anggaplah ia memang buruk karena engkau telah menggabungkan dua keburukan (buruk rupa dan amal).


Dihimpun dan disusun oleh Exclusives on

This demo is purely for demonstration purposes and all the content relating to products, services and events are fictional and are designed to showcase a live site. All image in Public Domain.
Copyright © 2013. Exclusives
About - Privacy Policy - Disclaimer - Contact
Creative Template Created by Aura-ilmu
Proudly powered by Blogger